Install Nginx PHP-FPM Docker Compose


Install Nginx PHP-FPM Docker Compose - Jika kita ingin mengimplementasikan docker untuk web service akan lebih mudah menggunakan docker compose. Pada kesempatan kali ini www.dimasrio.com akan membahas bagaimana provisioning web service menggunakan nginx dan php-fpm. 
Agar pembahasan lebih terfokus, saya anggap sobat sudah menginstall docker engine dan docker compose pada system operasi anda.

Install Nginx PHP-FPM Docker-compose

Sebelum kita masuk pada konfigurasi yml file, buatlah working directory untuk docker compose.
$ mkdir /docker/
$ mkdir /docker/nginx-php-fpm
$ mkdir /docker/nginx-php-fpm/conf.d
$ mkdir /docker/nginx-php-fpm/public_html
$ cd /docker/nginx-php-fpm
Setup configurasi untuk virtualhost nginx.
$ touch /docker/nginx-php-fpm/conf.d/default.conf
Content:
server {
      listen 80;
      server_name _;
      root /public_html/;

location / {
      index index.php index.html;
}

location ~* \.php$ {
      fastcgi_pass php:9000;
      fastcgi_index index.php;
      include fastcgi_params;
      fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;
      fastcgi_param PATH_INFO $fastcgi_path_info;
    }
}
Buat index.php pada directory public_html.
$ touch /docker/nginx-php-fpm/public_html/index.php
Content:
<?php phpinfo(); ?>
Buat docker-compose.yml.
$ touch docker-compose.yml
Content:
version: '3'

services:
    web:
      image: nginx:alpine
      ports:
            - "8080:80"
      volumes:
            - ./public_html:/public_html
            - ./conf.d:/etc/nginx/conf.d
            - /etc/localtime:/etc/localtime
      networks:
            - nginxphp

    php:
      image: php:7.1.11-fpm-alpine
      volumes:
            - ./public_html:/public_html
      expose:
            - 9000
      networks:
            - nginxphp

networks:
    nginxphp:

Selanjutnya jalankan docker-compose dengan perintah berikut.
docker-compose up -d
Output:



Demikian tutorial docker mengenai Install Nginx PHP-FPM Docker Compose kali ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!

Multiple Virtual Machine Menggunakan Vagrant


Multiple Virtual Machine Menggunakan Vagrant - Pada artikel sebelumnya www.dimasrio.com sudah menjelaskan bagaimana cara managenent virtual machine menggunakan vagrant. Kali ini saya akan mencoba membuat sebuah vagrantfile yang digunakan untuk melakukan management multiple virtual machine

Pada contoh kali ini saya akan membuat 2 buah vm dengan nama node1 dan node2 hanya dengan satu vagrantfile. 

Initial vagrantfile.
vagrant init
Edit vagrantfile seperti dibawah ini.
Vagrant.configure("2") do |config|

     config.vm.box = "centos/7"

     config.vm.define "node1" do |subconfig|
          subconfig.vm.hostname = "node1.dimzrio.com"
          subconfig.vm.network "private_network", ip: "192.168.56.101", name: "vboxnet0", adapter: 4

          subconfig.vm.provider "virtualbox" do |vbox|
                     vbox.name = "node1"
                     vbox.memory = 1024
                     vbox.cpus = 2
          end
     end

     config.vm.define "node2" do |subconfig|
          subconfig.vm.hostname = "node2.dimzrio.com"
          subconfig.vm.network "private_network", ip: "192.168.56.102", name: "vboxnet0", adapter: 4

         subconfig.vm.provider "virtualbox" do |vbox|
                     vbox.name = "node2"
                     vbox.memory = 1024 
                     vbox.cpus = 2
         end
     end

end  
Jalankan vagrantfile dengan perintah berikut.
vagrant up
Setelah di run, maka vm node1 dan node2 secara otomatis akan terbuat.

Demikian tutorial singkat saya kali ini mengenai multiple virtual machine menggunakan vagrant. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!

Management Virtual Machine Menggunakan Vagrant


Management Virtual Machine Menggunakan Vagrant - Vagrant merupakan sebuah tools yang digunakan untuk melakukan management virtual machine environtment dan berfokus pada automation dalam single workflow. Vagrant sering kali dimanfaatkan sebagai testing environtment dalam pembuatan suatu aplikasi ataupun script testing infrastructure seperti puppet maupun ansible. Ketika development membuat suatu aplikasi tentunya membutuhkan depedencies packages, dengan vagrant kita hanya perlu membuat vagrantfile untuk mendefine environtment testing dan packages yang dibutuhkan. Dengan vagrant up semua yang telah didefine pada vagrantfile akan otomatis terinstall pada virtual machine.

Baca Juga:
Container Orchestration Menggunakan Docker Swarm.
Setup Monitoring Tools Menggunakan Prometheus dan Grafana.


Konfigurasi Virtual Machine Menggunakan Vagrant

Pada contoh kali ini, www.dimsario.com akan mencoba membuat sebuah virtual machine dengan kebutuhan nginx. Disini saya anggap sobat sudah menginstall virtualbox dan vagrant di system operasi sobat sehingga pembahasan dapat lebih terfokus.

Create directory untuk vagrant.
$ mkdir /opt/vagrant/
$ cd /opt/vagrant/
Download vagrantbox untuk centos.
$ vagrant box add centos/7
Selanjutnya buat initial vagrantfile  /opt/vagrant/Vagrantfile.
$ vagrant init
Edit vagrant file seperti dibawah ini.
Vagrant.configure("2") do |config|

   config.vm.box = "centos/7"

   config.vm.define "master" do |master|
      master.vm.hostname = "master.dimzrio.com"
  master.vm.network "private_network", ip: "192.168.56.101", name: "vboxnet0", adapter: 4

      master.vm.provider "virtualbox" do |vbox|
               vbox.gui = false
               vbox.memory = "1024"
               vbox.name = "centos7-master"
      end

      master.vm.provision "shell", inline: <<-SHELL<-shell br="">
               yum -y install epel-release
               yum makecache
               yum -y install nginx
               systemctl restart nginx
               systemctl enable nginx
      SHELL

   end
end
Jalankan vagrant dengan perintah berikut.
$ vagrant up
Jika tidak ada kesalahan pada vagrantfile, maka sobat sudah membuat virtual machine dengan service nginx didalamnya.
http://192.168.56.101
Output:

Demikian tutorial singkat linux kali ini mengenai management virtual machine menggunakan vagrant. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba.!!!

Integarasi Slack dengan Alert Manager Prometheus


Integarasi Slack dengan Alert Manager Prometheus - Jika sebelumnya kita sudah pernah membuat monitoring tools menggunakan prometheus dan grafana, kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara membuat notifikasi menggunakan alertmanager dan slack.

Alertmanager
Sebuah management alert yang dapat diintegrasikan dengan berbagai macam alert applications seperti Email, Slack, PagerDutty atau OpsGenie. 

Slack
Sebuah chatting program berbasis cloud yang mendukung work flow.

Baca Juga :
Monitoring Service Menggunakan Blackbox Exporter Prometheus.
Setup Monitoring Menggunakan Prometheus dan Grafana 
Berikut ini adalah config.yml yang digunakan untuk mengintegrasikan alertmanager dengan slack.
route:
group_by: ['notif']
repeat_interval: 3h
receiver: 'devops'

receivers:
- name: 'devops'
slack_configs:
- channel: alerts
send_resolved: true
api_url: https://hooks.slack.com/services/tokenapislack
title: '[{{ .Status | toUpper }}{{ if eq .Status "firing" }}:{{ .Alerts.Firing | len }}{{ end }}] Monitoring Notification'
text: >-
{{ range .Alerts }}
*Alert:* {{ .Annotations.summary }} - `{{ .Labels.severity }}`
*Description:* {{ .Annotations.description }}
*Graph:* <{{ .GeneratorURL }}|:chart_with_upwards_trend:> *Runbook:* <{{ .Annotations.runbook }}|:spiral_note_pad:>
*Details:*
{{ range .Labels.SortedPairs }} • *{{ .Name }}:* `{{ .Value }}`
{{ end }}
{{ end }}
Untuk detail konfigurasinya, saya sudah buatkan video tutorialnya.



Bagaimana setelah melihat video tutorial diatas? mudah bukan?

Demikian tutorial singkat monitoring tools saya kali ini mengenai integrasi slack dengan alertmanager prometheus. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!

Pengenalan Routing Type pada Mikrotik


Pengenalan Routing Type pada Mikrotik - Dalam jaringan komputer pastinya kita tidak pernah telepas dari routing. Mungkin sebagian engineer menganggap routing hanya meneruskan paket sampai ke tujuan. Akan tetapi, pada mikrotik kita dapat mengexplorenya untuk alasan keamanan menggunakan routing type.

Baca Juga :

Konfigurasi ECMP Load Balance pada Mikrotik
Konfigurasi L2TP/IPSec VPN di Mikrotik 
Routing type pada mikrotik memiliki berberapa parameter yaitu:
  • Blackhole - jenis type routing yang melakukan blocking tanpa memberikan message apapun.
  • Prohibit - jenis type routing yang melakukan blocking dengan memberikan error message ICMP (Administratively prohibited atau Packet Filtered).
  • Unreachable - jenis type routing melakukan blocking dengan memberikan error message (Host Unreachable)
  • Unicast - merupakan default dari type routing.
Contoh Kasus


Pada gambar diatas, jika network 192.168.7.0/24 akan mengakses network 192.168.9.0/24 akan melalui router R2. Selanjutnya kita coba buat filter menggunakan routing type menggunakan probihit untuk memblock destination routing ke 192.168.9.0/24.

R1> ip route add dst-address=192.168.9.0/24 gateway=10.10.7.2 type=probhibit
Output:

Sedangkan jika menggunakan type unreachable.

Output:


Demikian tutorial mikrotik indonesia kali ini mengenai pengenalan routing type pada mikrotik. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!

Youtube

Bisnis Online