Konfigurasi PCQ dan Queue Tree di Mikrotik


Dalam limitasi bandwidth di mikrotik pastinya sobat sudah sangat familiar dengan istilah Queue. Seperti yang sudah saya jelaskan, bahwa di mikrotik terdapat 2 jenis queue yang dapat kita gunakan untuk melakukan bandwidth management.

Baca Juga :
Perbedaan Simple Queue dan Queue Tree pada Mikrotik
Bandwidth Management Mikrotik dengan Simple Queue  
Nah, karena pada artikel sebelumnya saya sudah menjelaskan cara melakukan konfigurasi simple queue. Kali ini kita dimasrio.com akan menjelaskan mengenai penerapan pcq dan queue tree pada mikrotik.

Oke sobat sebelumnya mulai saya akan menjelaskan sedikit mengenai apa itu PCQ ?


PCQ (Per Connection Queuing)

PCQ merupakan sebuah fitur mikrotik yang dapat membagi bandwidth secara merata. Artinya kita dapat melakukan pembagian bandwidth secara adil berdasarkan jumlah client yang sedang aktif.

Perhatikan gambar di bawah ini:


Sebagai contoh, misalkan sobat berlangganan internet dedicated dengan kecepatan 512 Kbps ( Upload dan Download ). Kemudian koneksi tersebut sobat share untuk 2 buah PC, maka bandwidth yang di dapat masing-masing pc jika sedang online adalah 256 Kbps. Akan tetapi jika hanya 1 pc saja yang sedang online maka pc tersebut akan mendapatkan full bandwidth yaitu 512 Kbps. Secara garis besar teknik PCQ ini akan membagi rata tergantung jumlah pc sedang online dengan tujuan menghindari pc yang offline karena tidak mendapatkan bandwidth. 

Sebetulnya teknik ini sangat cocok di implementasikan di warnet ataupun hotspot. Bayangkan jika sobat mengelola hotspot, bagaimana melakukan bandwitdh managementnya jika jumlah clientnya tidak pasti?  Untuk itu pcq dan queue tree ini sangat membantu.

Konfigurasi PCQ dan Queue Tree di Mikrotik

Pada implementasi kali ini saya akan menggunakan contoh seperti diatas hanya bandwidth yang saya gunakan adalah 1 Mbps untuk download dan 512 Kbps untuk upload. Maka topologinya seperti di bawah ini.

Disini saya asumsikan ether1 akan mengarah ke Internet / Wan. Sedangkan ether2 pada mikrotik akan mengarah ke Lan. Nah, Sobat saya asumsikan bahwa kedua PC sudah dapat online agar pembahasan lebih terfokus pada management bandwitdhnya.

Langkah pertama buat mangle untuk menandakan traffic upload dan download dari Lan.


ip firewall mangle add chain=forward action=mark-packet new-packet-mark=mark-upload passthrough=no src-address=10.10.7.0/24 out-interface=ether1

ip firewall mangle add chain=forward action=mark-packet new-packet-mark=mark-download passthrough=no dst-address=10.10.7.0/24 out-interface=ether2
Ket :
Pada rule diatas traffic yang keluar dari ether1 (Wan) dengan source address 10.10.7.0/24 ditandai sebagai traffic upload. Sedangkan traffic yang keluar dari ether2 (Lan) dengan tujuan 10.10.7.0/24 ditandai sebagai traffic download.

Selanjutnya buat Type Queue upload dan downloadnya.



Ket :
Yang harus di perhatikan adalah menentukan classifier pada queue type. Untuk traffic download pilih Dst. Address sedangkan untuk traffic upload pilih Src. Address.

Selanjutnya buat tambahkan PCQ pada Queue Tree nya sebagai limit bandwidthnya agar terbagi secara merata.



Ket :
Pada pembuatan queue tree penentuan parent nya sama sesuaikan saat membuat mangle. Artinya untuk download kita gunakan ether2 (Lan) sebagai parent download. Sedangkan ether1 (Wan) kita gunakan sebagai parent Upload.

Sekarang mari kita coba dengan menggunakan bandwidth test. Percobaan pertama, hanya pc1 windows yang sedang online.


Dari gambar diatas bahwa fungsi pcq sudah berjalan untuk 1 pc yg online dengan alokasi bandwidth full. Selanjutnya mari kita coba dengan menggunakan 2 pc yang online.


Nah, dari gambar diatas pcq dan queue tree sudah berjalan dengan baik. Alokasi bandwidth 1 Mb untuk download dan 512 Kb untuk upload sudah terbagi secara merata jika jaringan sedang sibuk. Namun jika jaringan sedan tidak sibuk, bandwidth yang sisa dapat digunakan oleh PC yg membutuhkan. Bagimana sangat flexible bukan?

Untuk lebih detailnya mengenai fitur PCQ dan Queue, bisa melihat dokumentasi mikrotik.
Manual Mikrotik Queue

Demikian tutorial singkat mikrotik indonesia kali ini mengenai konfigurasi pcq dan queue tree di mikrotik. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!

12 komentar

thank om, bermanfaat bgt :)

kalau pc si admin biar ga kena limit gmn min setingannya?
thanks ats jwaban sblumnya

Di coba buat negasi gan..

ip firewall mangle add chain=forward action=mark-packet new-packet-mark=mark-upload passthrough=no src-address=! out-interface=ether1

ip firewall mangle add chain=forward action=mark-packet new-packet-mark=mark-download passthrough=no dst-address=!! out-interface=ether2

semoga membantu

setelah buat mark paket, type queue, queue tree trus untuk limit per usernya gmn mas.?

Makasih Gan penjelasanya sangat jelas. klo seadainya menggunakan DHC Server gimana gan pengaturannya, sama gk ama yg diatas apa ada perbedaan

Tujuan dari teknik PCQ adalah untuk melimit bandwidth user dan meshare bandwidth, sehingga teknik PCQ menurut saya tidak disarankan untuk melimit bandwidth per user, jika ingin limit per user gunakan saja fitur Simple Queue atau Queue Tree, untuk cara pembahasan lengkapnya bisa anda lihat di sini : https://goo.gl/YUzFqo

Jika di lihat dari konfigurasi di atas, konfigurasinya sama saja, jika anda menggunakan DHCP Server,
Karena pada saat konfigurasi manggle, IP yang di setting adalah network address 10.10.7.0/24, bukan IP User misal 10.10.7.2,
selain dengan menggunakan teknik PCQ, anda juga bisa menggunakan fitur Queue tree biasa (tanpa PCQ), pembahasan lengkapnya bisa anda lihat di sini :
http://www.bluespedia.xyz/2016/07/simple-queue-queue-tree-limit-bandwidth.html

Selamat mencoba :-bd

jika ingin membuat quee threenya 2 ethern gmn mas? tinggal tambah 1 mangle aj ya?

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

----mohon moaaf postingan sebelumnya ada salah ketik,maka saya hapus---

menurut saya kok, mark connection tidak bolak balik (request atau respon), asumsi saya request itu ya upload, sedangkan respon = download, untuk itu saya melakukan percobaan untuk mengetes, percobaan yg saya lakukan saya melakukan marking pada paket torent(p2p), dengan melakukan seeding, atau download. kebetulan saya lakukan seeding, kerena downloadnya dah selesai,meskipun hanya tinggal seeding tetap aja ada paket download, namun tidak sebesar seedingnya(upload)

berikut manglenya/markingnya :
1.MC1 prerouting in-interface=eth-public P2P = all //arah dari eth-public/internet ke local/LAN >> download


2.MC2 postrouting out-interface=eth-public P2P= all // arah yg keluar dari local ke public/internet >> upload/seeding
pertama saya ikut sependapat mark-connection(MC2) ini akan menandai koneksi request&responnya sesuai dengan artikel.

selanjutnya buat Mark Paket(MP) untuk menandai paket request&responnya berdasarkan MC2.
a.MP1 postrouting mark-connection = MC2 out-interface = eth-public >>upload
b.MP2 prerouting mark-connection = MC2 in-interface = eth-public >> download

setelah dicoba ternyata MP2 0kb, tidak ada paket yang termark, kemudian saya lakukan MP1 passthroug=yes,mark-connection=MC2 tp tidak juga ada byte muncul.

barulah saat saya ganti MP2 mark-connection = MC1, muncul byte paket. itu tidak lain adalah paket dari MC1, yang memang arahnya dari internet/eth-public menuju LAN >> download.

masih penasaran, saya hilangkan pada MP2 mark-connection = "" tanpa mark connection

upss.. muncul byte... kenapa begitu, akhirnya saya berasumsi:
MP2 prerouting mark-connection ="" in-interface = eth-public adalah paket download dengan hanya pake mrk-paket saja.

seharusnya MP2 tanpa mark-connection jumlah bytenya hampir sama dengan MC1, tp ternyata lebih besar MC1 dikit, ya namanya aja udah beda mark connection dengan mark packet.

demikian hasil percobaan. memang kesimpulan masih asumsi.mohon koreksi kita saling berbagi.

tambahan, ternyata setelah ada client yg download torent, mark-packet lebih besar Kbnya dibanding dengan mark-connection.


EmoticonEmoticon