Cara Merubah Account Google Adsense Hosted menjadi Non Hosted Full Approve


Halo sobat, jumpa lagi dengan dimasrio.com. Di penghujung tahun ini saya akan menjelaskan bagaimana merubah akun google adsense hosted menjadi non hosted. Jika sobat telah membaca artikel sebelumnya mengenai perbedaan akun hosted dan non hosted pada google adsense pastinya sudah sangat jelas mengapa hal itu dilakukan.

Baca Juga :
$100 dollar pertama dari youtube adsense
Cara mengganti domain .blogspot.com menjadi .com 
Cara verifikasi PIN google adsense dengan KTP 
Setelah mendaftar google adsense melalui youtube maka sobat sudah menjadi publisher google sebagai mitra host dengan account yang di dapat adalah hosted, akan tetapi sobat tidak akan bisa menayangkan iklan adsense pada situs yang menggunakan domain Tld.

Sebelum mendaftarkan situs pada google adsense, ada baiknya sobat membaca terlebih dahulu mengenai Kebijakan Program Google Adsense.


Cara upgrade akun google adsense

1. Login account google adsense.

2. Pada dashbord adsense, pilih menu "setting" pada icon gear di pojok kanan atas.




3. Selanjutnya pada menu di pojok kiri, pilih "Access and Authorization".


4. Pada halaman tersebut masukan url website sobat yang akan menampilkan iklan google adsense


Selanjutnya tekan tombol submit.

Proses Upgrade akan meliwati 2 Tahap yaitu :
  • Pada tahap pertama ini, dalam waktu 1 x 24 jam google akan mereview website sobat pada proses pendaftaran, setelah itu periksalah inbox maka akan ada email pemberitahuan untuk meletakan kode iklan pada situs sobat jadi silahkan ambil kode iklan yang tersedia.
  • Pada tahap ke dua ini, proses peninjauan akan berlangsung selama 1 minggu. Jadi buatlah artikel serajin mungkin agar blog sobat terupdate. Hal tersebut akan memperlancar proses approved review ke 2.
Jika account non hosted sudah aktif, maka sobat dapat meletakan kode iklan di situs apapun tanpa harus di review kembali asalkan situs tersebut tidak melanggar TOS dari google adsense. 

Demikian tutorial google adsense saya kali ini mengenai cara merubah account google adsense hosted menjadi non hosted full approve. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!

Konfigurasi Routing Filter BGP di Mikrotik


Konfigurasi Routing Filter BGP di Mikrotik - Selamat malam sobat, pada artikel kali ini dimasrio.com masih mengangkat thema tentang routing bgp. Bagi anda yang melewatkan artikel sebelumnya bisa membacanya pada link dibawah ini. 

Baca Juga :
Konfigurasi BGP di Mikrotik
Masih dengan topologi yang sama sobat.

Pada artikel sebelumnya R1 sudah berhasil melakukan peer ke router R2 - OpenIXP dan mendapatkan routing table yang di advertise dari masing-masing router yang terhubung ke openixp.

Perlu di ingat lab ini hanyalah contoh saja, karena pada kasus realnya jika anda melakukan peer ke openixp, router anda akan menerima ribuan prefix dari openixp. Untuk itu, sangat diperlukan memahami routing filter di bgp agar anda dapat menentukan prefix mana saja yang anda terima.

Masih melanjutkan artikel sebelumnya, berikut adalah routing table pada R1 yang sudah terhubung pada R2.


Sebagai contoh, anda tidak ingin menerima default route dari openixp dan prefix dari router R4. Sehingga anda hanya mengizinkan prefix dari router R3 saja yaitu 222.162.162.0/24.

Berikut ini adalah konfigurasi routing filter.
[admin@R1] > routing filter add chain=filter-in prefix=0.0.0.0 prefix-length=0-32 action=discard
[admin@R1] > routing filter add chain=filter-in prefix=222.161.161.0 prefix-length=24-32 action=discard
Selanjutnya tambahkan routing filter pada peer.
[admin@R1] > routing bgp peer add name="peer - OpenIXP" instance="R1 - OpenIXP" remote-address=202.166.79.9 remote-as=6500 ttl=default in-filter=filter-in
atau jika menggunakan winbox seperti dibawah ini.



Jika sudah di tambahkan maka table routing pada R1 akan tampak menerima prefix dari router R3 saja. 


Demikian tutorial tutorial singkat mikrotik indonesia kali ini mengenai konfigurasi routing filter bgp di mikrotik. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!

Konfigurasi BGP di Mikrotik

Konfigurasi BGP di Mikrotik - BGP (Border Gateway Protocol) merupakan salah satu jenis routing dynamic berbasis EGP (Eksterior Gateway Protocol) yang dapat melakukan pertukaran table routing dalam skala besar berdasarkan Autonomous System (AS) Number. BGP memiliki karateristik berbasis path vector yaitu jenis routing protokol yang dapat menentukan rute terbaiknya berdasarkan path terbaik yang dapat dilaluinya. Saat ini BGP adalah core routing yang digunakan dalam membangun koneksi global internet.

Baca Juga :
Konfigurasi Static Routing pada Mikrotik
Memisahkan Bandwitdh IIX dan IX menggunakan Routing Mark di Mikrotik 
Konfigurasi PCQ dan Queue Tree di Mikrotik 
Untuk menambah wawasan mengenai bgp, maka lab dimasrio.com kali ini adalah melakukan konfigurasi bgp pada mikrotik.

Perhatikan topologi di bawah ini:
Pada topologi diatas saya simulasikan bahwa R1 akan melakukan peer ke OpenIXP dengan ip point to point yang diberikan oleh openixp adalah 202.166.79.8/30. Router openixp sebelumnya sudah melakukan peer terlebih dahulu ke router R3 dan R4 sehingga advertise dari router R3 (222.162.162.0/24) dan advertise dari router R4 (222.161.161.0/24) sudah terdaftar di router openixp.


Konfigurasi Peer BGP R2 ke R1

[admin@R2] > ip add add address=202.166.79.9/30 interface=ether1 comment=to-R1
[admin@R2] > routing bgp instance add name="OpenIXP - R1" as=6500 router-id=202.166.79.9 redistribute-other-bgp=yes
[admin@R2] > routing bgp peer add name="peer - R1" instance="OpenIXP - R1" remote-address=202.166.79.10 remote-as=100 ttl=default

Konfigurasi Peer BGP R1 ke R2

[admin@R1] > ip add add address=202.166.79.10/30 interface=ether1 comment=to-openixp
[admin@R1] > ip add add address=218.72.24.1/24 interface=ether2 comment=gateway
[admin@R1] > routing bgp instance add name="R1 - OpenIXP" as=100 router-id=202.166.79.10 client-to-client-reflection=no
[admin@R1] > routing bgp peer add name="peer - OpenIXP" instance="R1 - OpenIXP" remote-address=202.166.79.9 remote-as=6500 ttl=default default-originate=always
Setelah peer terhubung, selanjutnya advertise prefix network yang dimiliki router R1.
[admin@R1] > routing bgp network add network=218.72.24.0/24
Cek apakah router R1 sudah mendapatkan table routing yang di advertise dari Router R2.


Selanjutnya lakukan ping dari router R1 ke R3.


Setelah R1 berhasil peer ke R2, maka pada tabel routing R2 akan ada penambahan network yang di advertise dari router R1.


Perlu di ketahui bahwa bgp untuk menjaga koneksinya agar keep alive menggunakan port 179. Selain itu ada 2 jenis BGP yang sering digunakan yaitu eBGP dan iBGP. Perbedaannya adalah jika eksternal Bgp (eBGP) melakukan pertukan table routing antar AS atau berbeda AS seperti pada Lab ini. Sedangkan internal bgp (iBGP) mekakukan pertukaran tabel routing di dalam AS atau AS tunggal.

Demikian tutorial mikrotik indonesia kali ini mengenai konfigurasi bgp di mikrotik. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!

Memisahkan Bandwidth Lokal (IIX) dan Internasional (IX) 2 ISP di Mikrotik

Hallo sobat oprekers, pada artikel kali ini dimasrio.com akan menjelaskan salah satu fitur mikrotik yaitu mark routing. Sebetulnya fungsi mark routing di mikrotik ini sangatlah berguna bagi anda yang memiliki 2 buah upstream link karena dapat melewatkan jalur koneksi ke geteway tertentu.

Baca Juga :
Konfigurasi Mikrotik PCC Load Balancing dan Failover 2 ISP
Konfigurasi PCQ dan Queue Tree di Mikrotik
Kumpulan Soal MTCNA Mikrotik Lengkap
Pada contoh kali ini kita asumsikan memiliki 2 buah koneksi internet, dimana salah satu isp anda memberikan koneksi ke arah lokal (IIX) lebih besar di bandingkan ke arah internasional, sebuat saja ISP A. Sedangkan ISP B memiliki bandwidth ke internasional cukup besar hanya saja koneksi dari ISP B tidak simetris atau Up to. Untuk itu perlu di optimalkan.

Maka topologinya akan seperti di bawah ini:

Nah, karena kita akan memisahkan traffic lokal dan internasional, maka kita membutuhkan daftar ip yang ada di indonesia yang sudah di advertise ke IIX. Sobat bisa mendownloadnya disini atau bisa mengetikan perintah di bawah ini pada terminal mikrotik.
[admin@R1] > tool fetch address=ixp.mikrotik.co.id src-path=/download/nice.rsc mode=http;
Selanjutnya import file nice tersebut.
[admin@R1] > import nice.rsc
Setelah berhasil maka, pada address-list di menu firewall akan muncul list ip yang ada di indonesia.


Selanjutnya buat mangle pada mikrotik untuk menandakan routing mark traffic iix dan internasional.
[admin@R1] > ip firewall mangle add chain=prerouting action=mark-routing new-routing-mark=lokal passthrough=yes src-address=192.168.7.0/24 dst-address-list=nice

[admin@R1] > ip firewall mangle chain=output action=mark-routing new-routing-mark=lokal passthrough=yes src-address=192.168.7.0/24 dst-address-list=nice
Sekarang buat default routenya.
[admin@R1] > ip route add gateway=10.10.7.1 routing-mark=lokal
[admin@R1] > ip route add gateway=172.16.7.1
Karena untuk lannya menggunakan ip privat, jangan lupa untuk membuat Nat nya untuk kedua isp.
[admin@R1] > ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
[admin@R1] > ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether2
Kita coba lakukan tracert dari lan (windows 7) untuk memastikan traffic sudah di alirkan ke default route iix dan internasional.


Dari hasil tracert bahwa traffic internasional sudah di alirkan ke ISP B, sedangkan untuk traffic lokal di alirkan ke ISP A.

Demikian tutorial mikrotik indonesia kali ini mengenai cara memisahkan bandwidth lokal (iix) dan internasional (ix) 2 ISP di mikrotik. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!

Youtube

Bisnis Online