Konfigurasi PostgreSQL BDR di CentOS 7 (Multi-Master Replication)


Konfigurasi PostgreSQL BDR Replication di CentOS 7 - Pada tutorial postgres sebelumnya saya sudah menjelaskan bagimana cara melakukan konfigurasi postgresql master slave replication. Kali ini saya akan menjelaskan bagimana cara untuk membuat multi master replication pada PostgreSQL. Mungkin sobat sudah sangat familiar sekali dengan konfigurasi master slave, tapi disini konfigurasi postgresql akan sedikit berbeda dan source yang digunakan juga bukan postgresql biasa melainkan postgres yang sudah di patch oleh komunitas postgres 2nd Quadrant.

Baca Juga :
Install PostgreSQL Source di CentOS 7
Konfigurasi PostgreSQL Replication di CentOS7

Postgres-BDR

Postgres BDR (Bi-Directional Replication) merupakan source postgre multi-master replication system yang didesign 2nd Quadrant untuk memberikan high availability geographically distributed clusters. Sederhananya, anda bisa membuat sebuah cluster rdbms active secara terpisah meskipun berbeda tempat ataupun negara.

Infomation Host:
Host 1
IP : 192.168.56.101 (node1.dimasrio.com)

Host 2
IP : 192.168.56.102 (node2.dimasrio.com)

Konfigurasi PostgreSQL BDR

Setup postgresql dan plugin di node master (node1) dan member (node2).

Install dependencies.
yum group install "Development Tools"
yum install git readline-devel zlib-devel
Download postgresql dan plugin BDR.
cd /root

git clone -b bdr-pg/REL9_4_STABLE https://github.com/2ndQuadrant/bdr.git postgresql-bdr

git clone -b bdr-plugin/next git://git.postgresql.org/git/2ndquadrant_bdr.git bdr-plugin
Compile postgresql.
cd postgresql-bdr
mkdir /usr/lib/postgresql-bdr
./configure --prefix=/usr/lib/postgresql-bdr
make all
make install
Compile plugin bdr.
cd bdr-plugin/
./autogen.sh
PATH=/usr/lib/postgresql-bdr/bin/:$PATH ./configure
make
make install
Setup user postgres dan systemd.
adduser postgres
mkdir /var/lib/pgbdr
chown postgres. /var/lib/pgbdr/
su - postgres -c "/usr/lib/postgresql-bdr/bin/initdb -D /var/lib/pgbdr"
nano /usr/lib/systemd/system/postgresql-bdr.service
Tambahkan konfigurasi dibawah ini pada postgresql-bdr.service.
[Unit]
Description=Postgresql-9.4 BDR Service
After=syslog.target systemd-user-sessions.service

[Service]
User=postgres
Group=postgres
Type=forking
TimeoutSec=120
ExecStart=/usr/lib/postgresql-bdr/bin/pg_ctl -D /var/lib/pgbdr start
ExecStop=/usr/lib/postgresql-bdr/bin/pg_ctl -D /var/lib/pgbdr stop
ExecReload=/usr/lib/postgresql-bdr/bin/pg_ctl -D /var/lib/pgbdr reload

[Install]
WantedBy=multi-user.target
Setup environment user postgres dan tambahkan variable PATH pada baris terakhir .bashrc. Save dan kemudian exit dari text editor dan user postgres.
su - postgres
nano ~/.bashrc
PATH=$PATH:/usr/lib/postgresql-bdr/bin/
exit
Setup postgresql.conf.
nano /var/lib/pgbdr/postgresql.conf
listen_addresses = '*'
max_connections = 500
port = 5432
shared_preload_libraries = 'bdr'
wal_level = logical
track_commit_timestamp = on
max_wal_senders = 10
max_replication_slots = 10
max_worker_processes = 10
log_destination ='stderr'
logging_collector = on
log_directory ='pg_log'
log_filename='postgresql-%Y-%m-%d.log'
log_line_prefix='%m|%r|%d|%u|%e|'
log_statement=all
Set hostname pada /etc/hosts.
nano /etc/hosts
192.168.56.101 node1.truemoney.co.id node1
192.168.56.102 node2.truemoney.co.id node2
Saya anggap sobat sudah melakukan semua setup diatas pada masing-masing node master dan member. Selanjutnya konfigurasi akan berbeda pada node master dan member.

Konfigurasi Node1 - Master

Definisikan host pada pg_hba.conf.
nano /var/lib/pgbdr/pg_hba.conf
Tambahkan pada baris terakhir pg_hba.conf.
# DBR Master
host all all 192.168.56.101/32 trust
host all all 192.168.56.102/32 trust

host replication postgres 192.168.56.102/32 trust

Konfigurasi Node2 - Member

Definisikan host pada pg_hba.conf.
nano /var/lib/pgbdr/pg_hba.conf
Tambahkan pada baris terakhir pg_hba.conf.
# DBR Master
host all all 192.168.56.101/32 trust
host all all 192.168.56.102/32 trust

host replication postgres 192.168.56.101/32 trust
Sampai disini semua konfigurasi sudah selesai. Sebelum sobat menjalankan service postgresql bdr pastikan juga menginstall plugin postgres btree-gist. Biasanya tanpa plugin ini bdr tidak akan berjalan dengan baik.

Install postgres btree-gist di masing-masing node.
cd /root/postgresql-bdr/contrib/btree_gist/
make
make install
Selanjutnya start service postgres-bdr di masing-masing node.
systemctl start postgresql-bdr

Setup Database BDR 

Node 1 - Master
postgres=# create database dimzrio;
postgres=# \c dimzrio;
dimzrio=# create extension btree_gist;
dimzrio=# create extension bdr;
dimzrio=# select bdr.bdr_group_create (local_node_name:='node1',
node_external_dsn:='host=192.168.56.101 port=5432 dbname=dimzrio');

Node 2 - Member
postgres=# create database dimzrio;
postgres=# \c dimzrio;
dimzrio=# create extension btree_gist;
dimzrio=# create extension bdr;
dimzrio=# select bdr.bdr_group_join(local_node_name :='node2', node_external_dsn:='host=192.168.56.102 port=5432 dbname=dimzrio', join_using_dsn:='host=192.168.56.101 port=5432 dbname=dimzrio');
Selanjutnya cek apakah bdr sudah berjalan dengan baik.

Output :

Create table dan insert.


Demikian tutorial postgres mengenai cara Konfigurasi PostgreSQL BDR (Bi-Directional Replication) di CentOS 7. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!!

Konfigurasi VRF di Mikrotik


Konfigurasi VRF di Mikrotik - Virtual Routing Forwarding (VRF) merupakan suatu metode jaringan komputer yang memungkinkan untuk membuat berberapa table routing independent yang berjalan bersamaan dengan table routing main.

Di level production, teknologi vrf banyak sekali digunakan oleh perusahaan penyedia layanan MPLS seperti telkom dengan product VPNLite-nya. Karena dengan begitu provider dapat lebih mudah untuk memisahkan route client yang memiliki ip privat yang sama antara client satu dengan lainnya. 

Baca Juga :
Remote Loggin Mikrotik dengan Syslog

Pada mikrotik fitur vrf sudah tersedia dan sangat mudah untuk diimplementasikan. 

Perhatikan gambar dibawah ini, www.dimasrio.com akan mencoba menerapkan topology sederhana dari vrf.

Dari gambar diatas, client 1 sudah terlebih dahulu terkoneksi pada router R2, seiring berjalannya waktu router R2 mendapatkan client baru yaitu client 2 yang memiliki subnet privat yang sama dengan client 1. Pastinya jika kita paksakan menambahkan segment yang sama pada router R2 akan terjadi conflig ip yang menyebabkan jaringan client 1 akan terganggu karena pembacaan system routing pada router menjadi kacau.


Konfigurasi VRF Mikrotik

Pada router R2 kita akan buatkan vrf untuk memisahkan routing table. Langkah pertama pilih menu IP -> Route -> VRF


Setelah vrf di buat maka pada route list akan menjadi seperti ini.


Pada tahap ini kita sudah membuat vrf, akan tetapi client 2 masih belum dapet terkoneksi ke internet dikarenakan default route untuk outgoing ke internet ada pada table routing main. Untuk itu kita memerlukan Route Leaking agar traffic outgoing (upload) vrf-client2 dapat menggunakan routing table main.


Setelah kita menambahkan route leaking untuk traffic upload, kita perlu membuat Consistency Routing untuk traffic downloadnya agar traffic incoming dan outgoing tetap consistent.

Untuk membuat Consistency routing kita perlu membuat sebuah rule mangle di IP -> Firewall -> Mangle.




Sampai disini vrf sudah selesai di konfigurasi.

Demikian tutorial mikrotik indonesia kali ini mengenai konfigurasi vrf di mikrotik. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!

Remote Logging Mikrotik dengan Syslog

Remote Logging Mikrotik dengan Syslog - Centralized log merupakan hal yang sangat penting karena dengan log terpusat pemantauan aktivitas log akan menjadi sangat mudah. Sebetulnya centralized log tidak hanya untuk log server saja, mikrotik pun sudah menyediakan fitur remote logging. Nah, bagi sobat yang ingin mengimplementasikan remote log pada mikrotik anda bisa mengikuti cara berikut.

Baca Juga :
Eksternal Monitoring Log pada Rsyslog
Syslog Server :
IP :  222.103.10.2
Mikrotik :
IP : 222.103.10.1

Logging Mikrotik dengan Remote Syslog

Step 1  - Install syslog server
[root@centz6 /]# yum install rsyslog
Step 2 - Konfigurasi /etc/rsyslog.conf
# Provides UDP syslog reception
$ModLoad imudp
$UDPServerRun 514

# Provides TCP syslog reception
$ModLoad imtcp
$InputTCPServerRun 514
Tambahkan baris di bawah ini pada rsyslog.conf untuk inisial log dari mikrotik.
:fromhost-ip,isequal,"222.103.10.1" /var/log/Mikrotik-R1.log
Jadi setiap syslog yang di kirim dari source address 222.103.10.1 akan di catat aktifitas log ke file /var/log/Mikrotik-R1.log

Step 3 - Setup firewall untuk accept rsyslog dan Restart Rsyslog
[root@centz6 /]#iptables -A INPUT -p udp --dport 514 -j ACCEPT
[root@centz6 /]# iptables -A INPUT -p tcp --dport 514 -j ACCEPT
[root@centz6 /]# /etc/init.d/rsyslog restart
Step 4 - Login ke Mikrotik via winbox dan pilih menu System > Logging > Actions, lalu tambahkan action untuk rsyslog dan ip remote server syslog.


Step 5 - Setelah actions di buat, pada tab tambahkan rule rsyslog yang barusan di buat.

Nah, pada menu topic sobat bisa memilih serverity log apa yang akan di kirim ke syslog server. Pada contoh kali ini saya akan mengrimkan topic atau serverity info dan error ke syslog server.

Jika semua sudah running dengan baik maka akan ada file Mikrotik-R1.log pada directory /var/log.


Demikian tutorial singkat www.dimasrio.com kali ini mengenai remote logging mikrotik dengan syslog. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!

Konfigurasi PostgreSQL Replication di CentOS 7


Konfigurasi PostgreSQL Replication di CentOS 7 - Hallo sobat oprekers, kali ini www.dimasrio.com akan menjelaskan bagimana cara melakukan konfigurasi postgresql replication (master - slave) di centos 7. Replication merupakan salah fitur yang disediakan postgres untuk membuat database replika (mirror) dengan melakukan proses copy dari satu database master ke database lainnya. 


Konfigurasi PostgreSQL Replication 

Pada contoh kasus ini saya menggunakan 2 buah host sebagai berikut:

Host Master:
Hostname : node1.centz7zone.net
IP : 192.168.137.101

Host Slave:
Hostname : node2.centz7zone.net
IP : 192.168.137.102

Step 1 - Set hostname

Set hostname pada masing-masing server node1 dan node2.
nano /etc/hosts
192.168.137.101    node1.centz7zone.net   node1
192.168.137.102    node2.centz7zone.net   node2

Step 2 - Install PostgreSQL 

Install atau compile postgresql pada masing-masing server node1 dan node2.
Install PostgreSQL Source di CentOS 7 

Step 3 - Konfigurasi DB Master

Pada tahap ini kita akan melakukan setup pada database master dengan ip 192.168.137.101. 
Buat sebuah role dengan nama replicator. User ini nantinya akan digunakan untuk melakukan replikasi.
su - postgres
psql
CREATE USER replicator REPLICATION LOGIN ENCRYPTED PASSWORD 'password';
Output :



Selanjutnya rubah berberapa option pada postgresql.conf.
nano /opt/pgdata/postgresql.conf 
listen_addresses = '192.168.137.101'
wal_level = hot_standby
archive_mode = on
archive_command = 'cp -i %p /opt/pgdata/archive/%f'
max_wal_senders = 3
wal_keep_segments = 8
Buat direktory untuk menyimpan hasil archive.
mkdir /opt/pgdata/archive/ 
chown postgres. /opt/pgdata/ -R
Setelah selesai konfigurasi pada postgresql.conf, selanjutnya kita buat koneksi untuk role replication pada pg_hba.conf.
host all all 192.168.137.0/24 md5

local replication postgres trust
host replication replicator 192.168.137.102/32 md5
Sampai disni konfigurasi pada master sudah selesai.

Step 4  - DB Slave Replication

Matikan service postgres sebelum konfigurasi pada slave.
 systemctl stop postgresql
Backup instance yang sudah ada.
mv /opt/pgdata/ /opt/pgdata_original
mkdir /opt/pgdata
chown postgres. /opt/pgdata -R
chmod 0700 /opt/pgdata -R
Selanjutnya copy instance dari server master menggunakan pg_basebackup.
su - postgres
pg_basebackup -h 192.168.137.101 -D /opt/pgdata -U replicator -v -P
Output :

Sesuaikan konfigurasi pada postgresql.conf sebagai slave.
nano /opt/pgdata/postgresql.conf
listen_addresses = '192.168.137.102'
wal_level = hot_standby
hot_standby = on
max_wal_senders = 3
wal_keep_segments = 8
Masih di dalam user postgres, buat sebuah file recovery.conf.
nano /opt/pgdata/recovery.conf
Tambahkan perintah berikut pada recovery.conf.
standby_mode = 'on'
primary_conninfo = 'host=192.168.137.101 port=5432 user=replicator password=password'
restore_command = 'cp //opt/pgdata/archive/%f %p'
trigger_file = '/tmp/postgresql.trigger.5432' 
chown postgres. /opt/pgdata/recovery.conf
Sampai di sini konfigurai slave sudah selesai.

Untuk memastikan bahwa konfigurasi sudah berhasil jalankan perintah berikut pada db master.
select * from pg_stat_replication;
Output :


Step 5 - Testing

Setelah semua konfigurasi selesai, langkah terakhir adalah testing. Untuk memastikan bahwa database replication sudah berjalan dengan baik buatlah sebuah database baru pada master. Pastikan pada database slave juga terbuat otomatis.



Video Tutorial :


Demikian tutorial singkat kali ini mengenai konfigurasi postgresql replication di centos 7. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!

Install PostgreSQL Source di CentOS 7


Install PostgreSQL Source di CentOS 7 - Hallo sobat oprekers, kali ini dimasrio.com akan menjelaskan bagimana cara compile source PostgreSQL. PostgreSQL merupakan salah satu jenis ORDBMS (Object-Relational Database Management System) berbasis open source. Meskipun postgres didistribusikan secara free, postgres sangat powerfull dengan dukungan pengembangan aktif lebih dari 15 tahun. Fitur yang disediakan postgres diantaranya snapshots, replication, cluster, tablespace, dll.

Install PostgreSQL

Install gcc compiler dan package dependencies. 
yum group install "Development Tools" 
yum install readline-devel zlib-devel
Download source postgresql.
https://www.postgresql.org/ftp/source/
Pada artikel ini saya menggunakan postgres versi v9.5.4.
mkdir /var/lib/psql95
wget https://ftp.postgresql.org/pub/source/v9.5.4/postgresql-9.5.4.tar.gz
tar -zxvf postgresql-9.5.4.tar.gz
Compile source postgresql.
cd postgresql-9.5.4
./configure --prefix=/var/lib/psql95
make
make install
Buat instance databasenya.
adduser postgres
mkdir /opt/pgdata
chown postgres. /opt/pgdata
su - postgres -c "/var/lib/psql95/bin/initdb -D /opt/pgdata"
Setup service systemd untuk menjalankan postgres.
nano /usr/lib/systemd/system/postgresql.service
Tambahkan script dibawah ini.
[Unit]
Description=Postgresql-9.5 Service
After=syslog.target systemd-user-sessions.service

[Service]
User=postgres
Group=postgres
Type=forking
TimeoutSec=120
ExecStart=/var/lib/psql95/bin/pg_ctl -D /opt/pgdata -l /opt/pgdata/startup.log start
ExecStop=/var/lib/psql95/bin/pg_ctl -D /opt/pgdata -l /opt/pgdata/startup.log stop
ExecReload=/var/lib/psql95/bin/pg_ctl -D /opt/pgdata -l /opt/pgdata/startup.log reload

[Install]
WantedBy=multi-user.target
Selanjutnya set environment postgres
su - postgres
nano ~/.bashrc
Tambahkan path postgresql pada bashrc.
PATH=$PATH:/var/lib/psql95/bin/
Exit dari user postgres dan Start postgresql.
systemctl start postgresql
Output :




Video Tutorial :

Demikian tutorial singkat saya kali ini mengenai cara install postgresql di centos 7. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba.!!!

Konfigurasi DHCP Relay Pada Mikrotik

Konfigurasi DHCP Relay Pada Mikrotik - Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan salah satu fitur dhcp pada mikrotik. Mungkin diantara sobat oprekers juga sering menerapkan pengunaan dhcp server pada konfigurasi jaringan anda. Selain yang kita kenal dhcp server dan dhcp client, mikrotik menyediakan salah satu fitur lagi yang disebut dengan dhcp relay.

Baca Juga :
Konfigurasi DHCP Server Di Mikrotik

DHCP Relay merupakan salah satu pendistribusian ip address dengan dhcp server terpusat pada router lain. Setiap dhcp request yang diterima oleh router akan diteruskan ke dhcp server, sehingga router hanya meneruskan (Relay) setiap ada request dari client. 



Cara Setting DHCP Relay Pada Mikrotik

Pada contoh diatas, kita akan membuat dhcp relay dari router R2 ke router R1.

Konfigurasi Router R1
[admin@R1] > ip add add address=10.10.7.1/30 interface=ether1
[admin@R1] > ip pool add name=pool-dhcp ranges=192.168.7.2-192.168.7.254
[admin@R1] > ip dhcp-server add name=dhcp-server relay=192.168.7.1 address-pool=pool-dhcp interface=ether1
[admin@R1] > ip dhcp-server network add address=192.168.7.0/24 gateway=192.168.7.1 dns-server=192.168.7.1
Konfigurasi Router R2 
[admin@R2] > ip add add address=10.10.7.2/30 interface=ether1
[admin@R2] > ip add add address=192.168.7.1/24 interface=ether2
[admin@R2] > ip route add gateway=10.10.7.1
[admin@R2] > ip dhcp-relay add name=dhcp-relay dhcp-server=10.10.7.1 local-address=192.168.7.1 interface=ether2
Sampai disini konfigurasi dhcp relay mikrotik sudah selesai.
Karena host client yang saya gunakan adalah vpcs dari gns3 maka kita coba dhcp requstnya.


Demikian tutorial singkat saya kali ini mengenai konfigurasi dhcp relay pada mikrotik. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!

Konfigurasi Radius Server Mikrotik pada PPTP VPN

Konfigurasi Radius Server Mikrotik - Hallo sobat oprekers, melanjutkan artikel sebelumnya mengenai konfigurasi radius server di centos 7. Kali ini dimasrio.com akan menjelaskan bagimana cara setup radius pada mikrotik untuk autentikasi vpn.

Baca Juga :
Konfigurasi IPIP Tunnel di Mikrotik (IP Tunnel)

Oke sobat, saya anggap anda sudah menginstall dan membuat sebuah Nas / User pada daloradius.


Setelah mengaktifkan fitur radius, selanjutnya buat ip pool untuk dhcp vpn.


Buat profile pptp vpn untuk menggunakan ip pool yang sudah di buat sebelumnya.


Enable service pptp server.


Pada contoh disini user yang saya buat adalah "rio" dengan password "passwd-user".




Sekarang coba dail pptp ke mikrotik anda menggunakan user yang sudah anda buat pada daloradius. 

Output :


Demikian tutorial mikrotik kali ini mengenai konfigurasi radius server mikrotik pada pptp vpn. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!

Konfigurasi Radius Server + Daloradius pada Centos 7

Konfigurasi radius server di centos 7 - Remote Authentication Dial-in User Service (Radius) merupakan sebuah protokol jaringan yang memberikan layanan management user authentication, authorization, dan accounting (AAA) secara terpusat.

Baca juga :
Centralized Logging Server Menggunakan Rsyslog
Radius berkomunikasi secara client - server pada application layer, ketika user mengirimkan request pada NAS (Network Access Server) via link layer, radius akan meminta autentikasi (user dan password) yang kemudian dicocokan dengan database radius dan menentukan apakah user tesebut diizinkan atau tidak mengakses jaringan.


Pada kasus kali ini www.dimasrio.com akan menjelaskan bagaimana menerapkan radius server pada jaringan vpn (PPP). Tapi sebelum itu, kita setup terlebih dahulu radius servernya.

Konfigurasi Radius Server

Install packages dependencies dan freeradius.
yum groupinstall "Development tools"
yum install nano wget telnet net-tools httpd mariadb-server php php-mysql php-gd php-ldap php-odbc php-pear php-pear-DB php-xml php-xmlrpc php-mbstring php-snmp php-soap curl curl-devel
yum install freeradius freeradius-mysql freeradius-utils
Setup database radius.
mysql -u root -p
MariaDB [(none)]> create database radius;
MariaDB [(none)]> grant all privileges on radius.* to radius@localhost identified by 'password-db-radius-sobat';
MariaDB [(none)]> use radius;
MariaDB [radius]> source /etc/raddb/mods-config/sql/main/mysql/schema.sql
MariaDB [radius]> quit;
Enable mod sql untuk radius.
ln -s /etc/raddb/mods-available/sql /etc/raddb/mods-enabled/
Edit /etc/raddb/radiusd.conf dan uncomment perintah di bawah ini.
modules {
$INCLUDE mods-enabled/
}
policy {
$INCLUDE sites-enabled/
}

auth_badpass = yes
auth_goodpass = yes
Selanjutnya uncomment mod sql konfigurasi pada /etc/raddb/sites-available/default.
authorize {

sql

}
accounting {

sql

}
session {

sql

}
post-auth {

sql

}
Post-Auth-Type REJECT {
...

sql
...

}
Edit konfigurasi mysql pada /etc/raddb/mods-available/sql seperti di bawah ini.
driver = "rlm_sql_mysql"
dialect = "mysql"
server = "localhost"
port = 3306
login = "radius"
password = "password-db-radius-sobat"
read_clients = yes
client_table = "nas"
Test apakah konfigurasi freeradius sudah sesuai dengan debug mode. (stop ctrl+c)
radiusd -X
Jika tidak ada error, selanjutnya jalankan radius sebagai daemon.
systemctl restart radiusd

Install Daloradius Web UI 

Download daloradius.
cd /opt/
wget http://nchc.dl.sourceforge.net/project/daloradius/daloradius/daloradius0.9-9/daloradius-0.9-9.tar.gz
tar -zxvf daloradius-0.9-9.tar.gz
mv daloradius-0.9-9/ daloradius
ln -s /opt/daloradius/ /var/www/html/daloradius

mysql -u radius -p radius < daloradius/contrib/db/fr2-mysql-daloradius-and-freeradius.sql
Edit file /opt/daloradius/library/daloradius.conf.php konfigurasi mysql pada daloradius.
$configValues['DALORADIUS_VERSION'] = '0.9-9'; $configValues['FREERADIUS_VERSION'] = '3'; $configValues['CONFIG_DB_ENGINE'] = 'mysql'; $configValues['CONFIG_DB_HOST'] = 'localhost'; $configValues['CONFIG_DB_PORT'] = '3306'; $configValues['CONFIG_DB_USER'] = 'radius'; $configValues['CONFIG_DB_PASS'] = 'password-db-radius-sobat'; $configValues['CONFIG_DB_NAME'] = 'radius';
Restart services.
systemctl restart httpd
systemctl enable httpd

systemctl restart radiusd
systemctl enable radiusd

systemctl stop firewalld
systemctl disable firewalld
Sekarang radius server dengan daloradius sudah selesai.

Url : http://ip-server/daloradius/

User : administrator
Pass : radius

Output :


Cobalah buat sebuah User pada daloradius dan test pada server radius.


Output :


Nah, sampai disini konfigurasi radius server menggunakan daloradius sudah selesai. Selanjutnya kita akan mencoba konfigurasi radius mikrotik untuk dail vpn

Demikian tutorial kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!

Cara Menaikan Size Partisi Root pada LVM

Cara Menaikan Size Partisi Root pada LVM - Setelah pada artikel sebelumnya kita berkenalan dengan jenis partisi lvm. Kali ini dimasrio.com akan menjelaskan bagimana cara menaikan size partisi root pada lvm. Oke sobat oprekers, langsung saja pada pembahasan kali ini.

Disini saya asumsikan sebuah hardisk baru ( /dev/sdb ) dengan size 10GB yang akan kita gunakan untuk menambahkan partsi root pada lvm.

Size partisi root lvm awal adalah 17G.




Langkah pertama kira harus membuat partisi table pada hardisk baru /dev/sdb.


Setelah pertisi table dibuat, akan menjadi /dev/sdb1.


Cek jenis file sistem yang digunakan oleh lvm.


Format /dev/sdb1 menjadi xfs file system.


Note :
Jika file system yang digunakan lvm bukan xfs melainkan ext4, maka sobat harus sesuaikan. Berikut cara formatnya.
mkfs.ext4 /dev/sdb1
Selanjutnya inisialisasi /dev/sdb1 menjadi physical volume.


Setelah di mount menjadi physical volume, maka /dev/sdb1 akan muncul pada pvdisplay.


Mount physical volume /dev/sdb1 ke volume group dengan nama "centos".


Dari gambar diatas volume group centos memiliki 2 buah physical volume yang available. 

Sebelum kita menambahkan size pada partisi root, kita perlu mengetahui logical volume path yang sudah di buat.


Dari alokasi 10GB physical volume /dev/sdb1, kita coba menaikan size 8G ke partisi root lvm.


Note :
Jika ingin menggunakan seluruh dari space dari volume group untuk partisi root bisa menggunakan perintah berikut.
lvextend -l +100%FREE /dev/centos/root
Terakhir resize file sistemnya. Karena file sistem yang digunakan lvm adalah jenis xfs maka untuk cara seperti berikut.


Note :
Jika file sistem yang digunakan ext4.
resize2fs /dev/centos/root
Sekarang partisi root sudah bertambah.


Demikian tutorial singkat kali ini mengenai cara menaikan size partisi root pada lvm. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba..!!!

Berkenalan Dengan Partisi LVM (Logical Volume Management)

Apa itu LVM? Bagi anda yang sudah sering menggunakan sistem operasi linux pastinya sudah tidak asing lagi dengan partisi jenis lvm. Hampir di setiap distro linux sudah support dengan partisi jenis ini.

Baca Juga :
Konfigurasi iSCSI Target FreeNAS Sebagai Storage Server
Lvm (Logical Volume Management) merupakan jenis partisi logical yang dapat kita manage secara dinamis. Dengan lvm anda dapat menambah atau mengurangi size hardisk tanpa menggangu sistem operasi yang sudah berjalan.

Secara garis besar Lvm terdiri dari berberapa bagian, yaitu :

  • Physical Volume, merupakan media penyimpanan fisik baik itu sebuah partisi ataupun full disk.
  • Volume Group, merupakan sebuah grup untuk mengelompokan berberapa physcal volume menjadi satu kesatuan.

  • Logical Volume, merupakan partisi logical yang diciptakan dari volume group. Disinilah file sistem akan diletakan.




Lvm akan membuat layer antara disk dan sistem operasai, sehingga memudahkan kita melakukan management disk dalam jumlah besar.

Fitur Lvm

Berikut fitur yang dapat kita gunakan.
  • Management volume group secara online (Menambah atau mengurangi disk).
  • Mendukung penggunakan penggabungan dan mirroring logical volume seperti raid 0 dan raid 1.
  • Mendukung fitur snapshot sebagai backup.
  • Dapat berkerja sebagai share disk seperti media cluster dan penyimpanan DRDB antar node.

Selain berberapa fitur yang sudah disebutkan diatas, lvm memiliki berberapa keterbatasan yaitu tidak mampu melakukan redudansi data. Jika sudah terlalu banyak disk yang digunakan atau mapping pada logical volume akan semakin sulit mendeteksi jika salah satu disk mengalami kerusakan.

Demikian artikel berkenalan dengan partisi LVM pada linux. Semoga bermanfaat bagi kita semua...!!!

Youtube

Bisnis Online